Sampai segitunyakah kita

January 10th, 2007 by lutfi198

Ketika itu saya sedang tenang2 saja mengetik kemudian ada temen lama saya men-buzz dan mengajak teman yang lain berbicara. Seperti biasa pembukaan forum diisi sekedar obrolan ngalor ngidul sehingga kadang2 kita mentertawakan diri sendiri tentang apa yang kita kerjakan. Tapi meskipun kita bercanda sampai tertawa, di forum tersebut secara implisit kita tidak boleh memperolok-olok agama karena khawatir kalau itu akan menjadi kebiasaan yang akibatnya kita tidak kuat menanggung akibatnya.
Sekedar ngobrol pun akhirnya selesai dan temannya temenku mengajakku untuk berketik langsung lewat chatting. Sesudah sedikit perkenalan mulailah masuk ke pembicaraan serius sehingga kita agak memasuki daerah perdebatan dalam agama, yang saya terperangah adalah teman baru ini langsung menghakimi saya bahwa saya ini fundamental, kemudian saya bertanya mengapa kok bisa bilang saya fundamental. Karena kita tidak sependapat dalam beberapa hal, saya terperangah dan bertanya kok bisa begitu apa alasannya. Alasannya ternyata hanya itu, titik.
Saya khawatir kejadian yang sama pernah terjadi pada teman2 yang lain, yang pernah dicap sebagai fundamental, padahal yang lebih tegas dan tinggi dari saya lebih sangat banyak apakah mereka disebut raja fundamental atau super fundamental.
Apakah kita dengan alasan tidak setuju atau lebih tegas kemudian mencap yang lain fundamental dan anehnya di sisi lain kita menjunjung pluralisme atau toleransi terhadap agama lain tapi itu tidak berlaku dengan agama sendiri. Saya melihat itu karena kita sudah "sebegitunya" dipengaruhi oleh cap fundamentalis yang dibuat oleh media padahal arti kata sebenarnya fundamental itu adalah yang benar atau berpegang tegang pada akar. Aneh memang kita menjunjung pluralisme tapi menuduh orang lain fundamental:)

Tak terasa hampir 12 tahun (renungan jam 4.52)

January 5th, 2007 by lutfi198

Saya ingat ketika itu saya mau sekolah SMA di Bandung, paling tidak masuk ke SMA 5 ato 3 :) Pilihan pertama sih dulu pengen SMA di Tasikmalaya, tapi tidak diperbolehkan dengan alasan supaya mandiri. Memang pada saat itu saya sangat tidak bisa yang namanya menginap di rumah saudara. Ingin selalu cepat pulang atau minimal bareng orang tua menginapnya. Dan akhirnya pilihan untuk sekolah jatuh pada SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta atau lebih dikenal dengan nama Muhi.
Ternyata di SMA ada ospek tokh, ini baru pertama kali saya rasakan. Kebetulan saya pada saat itu sedang dalam masa penyembuhan jadi masuknya ke tim penyakitan:) bayangkan selama 6 bulan tidak boleh beraktifitas yang membuat diri kecapekan termasuk olahraga. Selama tiga bulan pertama saya selalu menangis di kamar tidur, tentunya menangisnya malam2 karena siang hari tidak ada waktu untuk menangis:)
Tak terasa sekarang sudah 12 tahun saya tinggal tidak bareng orang tua, banyak hikmah yang baru saya rasakan akhir2 ini. Coba bayangkan bila saya tidak disuruh dari SMA bagaimana kalau saya kuliah yang tinggal di Jakarta eh Depok tepatnya:) yang katanya Ibu Kota lebih kejam daripada ibu tiri. Dan sekarang Alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk bersekolah di negerinya Mercy, BMW, Porsche, dan Audi.
Terbayang ketika saya mendapatkan masalah yang cukup pelik di sini, keinginan yang menggebu untuk pulang dan rasa putus asa sudah didepan mata. Tapi untungnya keluarga dan teman2 disini membantu saya untuk bangkit lagi, terima kasih saya ucapkan untuk teman2 disini. Dan terima kasih yang sebesarnya kepada kedua orang tua saya yang memaksa saya untuk sekolah di luar Tasikmalaya dan mendukung saya untuk selalu berkembang. Tanpa kalian semua saya bukan apa-apa.
Ananda,
SAdr LM

Careful when using between in SQL

December 26th, 2006 by lutfi198

When you tried to execute SQL query used between date or ?<=data>=? as argument, sometimes the results were different from we were looking for. Why?

When u created or inserted new data to table using generated date, sometimes it provided u with hours,minutes,second,and millisecond which were not 0 (zero), it gave u unaware result. When u did query with between date (begin n end date), the end date would set hours,minutes,second,and millisecond to 0(zero), so data with the end date would not appear.

Solution:
Before you insert or create new data to table make sure to reset (make it zero) hours,minutes,second,and millisecond.

Good luck and happy coding.
wass wr wb,
SAdr LM

Export RCP Trouble with Class Loading Error

December 19th, 2006 by lutfi198

When i want to make some RCP Application, The RCP is working at developing level but it is quite some headache when you do the production as product.

There is the tips how you can avoid some pain in the ass
1. Avoid Class Loading problem
make sure that you have good Product Configuration and make sure that in build.properties you have the line like this

source.. = src/
output.. = bin/

bin.includes = plugin.xml,\
               plugin.properties,\
               META-INF/,\
               icons/,\
              .

the last line make your live easier:)

2. Hibernate Integration Problem
There are some tips from Hibernate Gurus but I summarize this way

In the MANIFEST.MF file of the Hibernate plugin (which NEEDS the buddy loading), such as org.hibernate.eclipse, add a line:

Eclipse-BuddyPolicy: registered

and in the MANIFEST.MF file of your plugin project or RCP project, add the line:

Eclipse-RegisterBuddy:org.hibernate.eclipse

Finally, if you are using HibernateUtil as your main entry point into Hibernate, then in your plugin start method add the line:

Class.forName("myPlugin.HibernateUtil"); //full class name should go here

that’s all folks and have a nice weekend:)

wass wr wb,
SAdr LM

Trouble di Eclipse Plug In

December 14th, 2006 by lutfi198

Tips aja nih, kalo mau bikin RCP pake Eclipse hati2 pas ngimpor jar jadi Plug In. Kita musti perhatikan required Plug In yang dari jar tersebut. Contoh kasus, saya butuh data picker, data picker dibuat diatas SWT. Karena standar java tidak punya SWT maka pas disettingan data picker ketika sudah jadi plug In jangan lupa memasukkan org.eclipse.swt sebagai Required Plug In.

Ok sip itu aja, setelah 2 jam lihat error ketahuan juga:)

wass wr wb,
SAdr LM

Tiba lagi (cerita ringkas liburan)

December 11th, 2006 by lutfi198

Tidak terasa saya sudah berada di Stuttgart lagi setelah 3 bulan berlibur di Indonesia. Menyenangkan, menarik, menambah wawasan, nikmat, sulit sekali kata2 untuk menggambarkan liburanku. Liburan kali ini sangat berbeda dengan liburan saya sebelumnya yang hanya 3 minggu. Meskipun liburan ini sangat lama, tapi waktunya Alhamdulillah selalu terisi penuh. Thanks to temen2 IMM, Forum, Muhammadiyah, Salafi, Tarbiyah, n Chatting, berkenalan dengan kalian menambah ilmu dan saudara. Tak disangka yah kita dapat ketemuan:))
Awalnya sih skeptis, apa mungkin orang2 virtual dapat bertemu di alam nyata, tapi pandangan itu terpatahkan kemaren. Wah jadi makin semangat menjalin silaturahmi nih. Ternyata Indonesia itu mempunyai banyak potensi, semua sumberdaya ada semua, tinggal akses dan manajemen. Senang sekali mengenal orang2 yang top dalam bidangnya n salut ternyata ilmu saya masih sangat jauh dibandingkan kalian semua. Ayo semangat. Sayang sekali hal yg sangat krusial ini tidak pernah diperhatikan.
Pas kemaren pulang banyak temen yg menempuh hidup baru, selamat untuk mereka. Ajang pertemuannya menjadi tempat ngumpul, semuanya belum berubah kecuali bentuk fisik, guyonan, tingkah laku, masih seperti anak muda. Tapi sayangnya pas ada menu utama pertemuan saya ga ada akses internet jadinya ketinggalan deh. Udah ketergantungan banget nih.
Yang menjadi perhatian saya adalah mesjid sudah menjadi blok baru dalam silaturahmi. Sangatlah susah dari jamaah lain untuk menggunakan masjid. Ck Ck ini saya kaget ketika melihat ini, 2 tahun yang lalu tidak separah sekarang. Hanya dalam waktu sebentar saja kita hampir pecah belah dan fanatisme jamaah, apalagi kalo sudah sampai anak cicit jangan2 perang sodara lagi. Semoga kita bisa berkomunikasi untuk hal ini.
Pokoknya liburan ini sangat sip, saya pengen melihatnya dalam liburan berikut. Hmmmm mimpi dulu ah

wass wr wb,
SAdr LM

Free Wine, Girls, and Gempa

October 7th, 2006 by lutfi198

Assalamu’alaikum wr wb

wah udah lama ga ngisi blog nih. Memang yogya itu kota yang penuh kenangan, apalagi kenangan pada saat SMU. dari ketika aku nangis terus selama 3 bulan sampe akhirnya aku menuju kedewasaan dan merasakan nikmatnya angin berhembus di sela2 ketika berkendara. Setelah pasca gempa ini, aku sempat juga jalan2 kembali untuk sekedar menikmati kenikmatan Allah yang berupa hembusan angin. Segar tetapinya sayangnya kurang sehat, karena di Yogya sudah terlalu banyak polusi terutama asap. Kalau saya hitung di lampu merah yang tidak begitu ramai, setiap lampu hijau kira2 30 motor berlalu lalang dalam arah yang sama. Bisa dibayangkan jika itu ada 4 arah dan jam padat biasanya antara jam 8 sampe 16. Berapa banyak motor yang ada. ckckckckck

Kulewati jalan dari kaliurang menuju Ahmad Dahlan, begitu banyak cafe bermunculan disana-sini. Malahan kadang2 ada yang menawarkan free wine, atau free entry ticket for ladies, atau kadang2 dua2nya sekaligus. Sempet hati ini bertanya kepada orang yang bergerak di bidang marketing bar n diskotek. Apa ga rugi tuh nawarin free untuk ladies? Mereka bilang ga rugi, malahan mereka akan mendapat untung yang besar karena jadi banyak laki2 yang datang pada hari itu, sedangkan laki2 harus bayar. Laki2 yang datang akan berharap menemukan banyak ladies disitu. Hmmm ide marketing yang bagus. Tapi kenapa komnas perempuan tidak pernah memprotes ini, padahal ini sudah sangat jelas, ladies hanya dijadikan sebagai objek. Apakah karena menurut mereka hal ini sangat wajar? ataukah mereka memang menyukai hal2 begini? ataukah mereka tidak mengetahui hal ini? tapi alasan terakhir terlalu mustahil, karena mereka bisa mengetahui ketika ada seorang wanita memakai jilbab dengan cadar melaksanakan poligami di ujung desa yang saya sendiri tidak tahu ada desa itu di Jawa Barat, tetapi mereka bisa mengetahui, lengkap beserta data penduduknya. Hebat banget dah informannya, sayangnya terlalu dipaksakan mencari kesalahan orang.

Kuberjalan lagi dengan menumpang mobil bos MPM :) Arif, untuk keliling daerah gempa. Hmmm keadaan yang berbeda sekali. Rumah-rumah habis rata, sekolah hancur luluh, sungguh kehidupan yang berbeda. Tetapi untunglah semenjak gempa, mesjid menjadi kembali penuh, mereka seakan tersadar bahwa umur adalah rahasia Allah. Kami bersujud pada-Mu ya Allah.

wass wr wb,
Sadr LM,8 Oct 2006,5.40,yogyakarta

Hari - hari menjelang pulang

August 27th, 2006 by lutfi198

Tak terasa sudah 3 bulan saya menunggu untuk hari ini, tinggal beberapa hari lagi saya akan pulang ke Indonesia untuk liburan. Tidak tanggung2 waktu yang saya ambil, 3 bulan, teman2 saya seangkatan berspekulasi yang tidak2, begitu juga teman2 saya yang indonesia. Liburan yang paling lama yang kuambil, setelah ini harus thesis dan bekerja lagi sebagai kuli. Adakah cita2 lain selain jadi kuli, ada sih tapi ini untuk jangka panjang. Cita2ku ingin membuat armada perang yang canggih:) terinspirasi oleh "…tambatkanlah kuda-kuda perang…" Memang untuk damai diperlukan persenjataan yang kuat:)
Tak terasa pula, semakin hari semakin terasa ilmu yang kupunya hanyalah secuil bahkan setetes atau sebesar dzarah dari ilmu yang ada. Hebat sekali jika ilmu semakin kudalami, menjadi semakin tidak terpikirkan bagaimana mereka mendapatkan ide tersebut, besar benar kita berutang kepada orang-orang yang terdahulu untuk semuanya. Apakah yang akan saya sumbangkan untuk generasi selanjutnya? Apakah saya hanya menjadi pengguna tanpa menjadi orang yang berguna. Inilah yang kadang-kadang belum sampai menjadi selalu terpikirkan olehku.
Tinggal ujian otomasi industri dan semester depan dengan ujian hukum masih menanti. Hidupku sedang berjalan, buku sedang ditulis, semoga saya menjadi orang yang berguna.

vaihingen,jam 9.38
SAdr LM

Ketika agama bisa diperdebatkan atas nama kebebasan

August 3rd, 2006 by lutfi198

Hari ini aku lagi2 terpukau, setelah aku melihat Dialog Minggu ini di SCTV tentang Infotainment haram. Aku melihat disitu kepentingan ghibah dihalalkan atas nama bisnis dan atas nama masyarakat berhak tahu. Tragis memang, disitu dapat kita lihat sang ulama diombang-ambing sebagai yang salah karena telah membuat satu keputusan yang katanya merugikan umum (tapi saya sebagai orang umum amat bersyukur dengan keputusan itu).
Ketika saya melihat infotainment, hanya 1% yang baik, itu juga ketika menjelang ramadhan, selain itu penceraian, perselingkuhan, mengumbar kekayaan, pokoknya sampah semua.
Sebelumnya kita melihat juga bagaimana majalah porno bisa secara legal di Indonesia. Alasannya simpel, ini berbeda, ini kebebasan pers, ini hak asasi manusia. Apakah ketika musibah datang kita bisa menolak dengan alasan yang sama?
Ya Allah maafkan kami, kami sudah menyampaikannya.

Anime bagus

August 2nd, 2006 by lutfi198

Setelah liat anime Juuki Kokki, ternyata bagus banget. Jadi teringat cerita novel Three Kingdom.
Sayangnya anime ini ga ditamatin karena anime ini tidak begitu diminati di jepang. Plot anime ini seperti Lord of The rIng, ga ada tokoh utama. Karena hal ini juga, orang jepang kurang menyukainya. Tokoh Youko pada serial ini lama kelamaan hilang karena harus memperkenalkan tokoh2 yang lainnya.

Dan ternyata juga anime ini diambil dari novel Fuyumi Ono dengan judul yang sama. Kabar terakhir menyebutkan novelnya juga belum selesai, dan terjemahan ke bahasa Inggrisnya gagal diproduksi karena masalah hak cipta:( waduh gimana dong.

Anime ini juga ada gamenya lho, tapi buat PS2. PS2 ku rusak:(( apa harus minjem yah:(
Pokoknya anime ini dianjurkan deh.

wass wr wb,
SAdr LM