Ego dan egois
Ada satu hal yang sangat kurasakan jika sudah lama tinggal disini, yaitu ego ku yang semakin bertambah. Ego untuk menjadi apa yang di sebut orang. Kadang ego itu bagus jika egonya didorong untuk semangat belajar dan beribadah supaya lebih baik daripada orang lain bukan untuk menjatuhkan atau menelantarkan orang yang meminta bantuan, tetapi yang sering saya rasakan adalah ego yang lebih condong kepada keakuan. Ketika orang ada yang meminta bantuan, sering tersirat ini orang muncul pas perlunya saja, atau ketika ada patungan makanan dipilih harga yang paling murah alias super hemat atau bisa juga disebut kikir.
Ego ini sangat susah dihilangkan, mungkin pengaruh lingkungan yang dapat berupa interaksi manusia juga pengaruh cuaca yang membuat orang jadi membosankan dan harus bertahan hidup sendiri dalam menghadapi perubahan iklim. Tetapi untungnya ada teman yang merasakan hal yang sama dan kita berusaha untuk saling menasehati jika ada kesalahan atau sikap yang terasa di luar batas. Mungkin saja ketika nasehat itu dikeluarkan secara spontan, otomatis kadang-kadang kita merasa tersinggung juga. Tapi untunglah ketersinggungan itu hanya bersifat sementara karena kita mengetahui bahwa orang itu melakukan tersebut karena perhatian sama kita, supaya kita sama-sama tidak terjerumus ke dalam jurang ego yang negatif.
Terima kasih untuk saling nasehat menasehati dalam kebaikannya.
wass wr wb,
SAdr LM