Ilmu dan Pesan Rasulullah

Assalamu’alaikum wr wb.

Sebenarnya dua Jumat terakhir ini saya mendapat masukan yang sangat menyentuh hati sekali. Yang pertama yaitu kedudukan manusia yang berilmu. Derajat orang yang berilmu sangat ditinggikan oleh Allah swt. Itu sebabnya mengapa ayat yang pertama kali turun ke dunia adalah Iqra yang berarti kaji. Di translasi bahasa Indonesia ditulis baca, padahal arti yang paling tepat adalah kaji karena kita tahu bahwa Rasulullah saw adalah seorang yang ummi yaitu tidak dapat membaca dan menulis. Kemudian dipertegas dengan awal surat yang berbunyi Nunm wal qalami wama yasthuruun, Nun, demi pena dan apa-apa yang dituliskannya. Masih terdapat ayat-ayat yang lain yang mempertegas kedudukan ilmu, tetapi karena keterbatasan penulis maka penulis tidak dapat menulis dan menjabarkan ayat-ayat mana saja. Jika penulis menemukannya, insya Allah akan ditulis. Dan yang paling penting kita menjalankan perintah agama hendaknya juga dengan memakai ilmu.
Khutbah pada hari ini (6.5.2007) pun tak kalah bagusnya, khutbah ini menyambung dengan tulisan saya yg menuliskan dari 114 ribu sahabat Rasulullah saw, yang wafat di Madinah hanya 10000 saja, yang lainnya mengembara untuk berdakwah. Ada pesan dari Rasulullah ketika beliau menyuruh Mushab bin Umair untuk berdakwah di negeri Yaman. Ketika itu Mushab bertanya "Bagaimana saya akan bertemu kembali ya Rasulullah?". Kemudian yang mulia menjawab, "Kita akan bertemu di Surga." Maka berangkatlah Mushab dan beliau kembali ketika Rasulullah sudah wafat. Dan apa yang terjadi, Rasulullah mendatangi Mushab ketika tertidur dan mengatakan "Mengapa engkau kembali (ke Madinah)?", kemudian Mushab pun pergi lagi ke Yaman untuk berdakwah dan wafat disana.
Semoga kita semua dapat berkumpul kembali dan bertemu dengan saudara-saudara kita yang lain di surga yang dijanjikan pada hari yang dijanjikan.

wass wr wb,
SAdr LM

Leave a Reply