Jalan-jalan ke Nürnberg
Jalan2 selesai akhirnya musti kerja lagi. Perjalanan yang cukup menarik, kota yang tidak sebesar kota Stuttgart, dan jumlah penduduk Indonesia yang sangat jauh daripada Stuttgart tetapi mempunyai cerita yang selalu sama di kota manapun. Penduduk Indonesia yang selalu berkelompok dan tidak mau tahu dengan kelompok yang lain. Saya benar dan kamu pasti salah:) Sebenarnya tidak semua sih tapi ini agak sedikit hiperbola biar lebih ramai. Hari pertama saya dijemput oleh mas Budi dan Andika, dua orang yang belum pernah kenal dan ketemu. Satu orang kenal karena balasan imel dan orang lain adalah teman yang baru saja bertemu.
Mungkin karena kita sama-sama berjiwa petualang dan selalu ingin mencari teman dan sahabat baru, Alhamdulillah kita langsung akrab. Tujuan pertama adalah pameran Embedded System di Messe Nürnberg. Andika terpaksa pulang terlebih dahulu karena ada sesuatu keperluan. Saya dan mas Budi berangkat menuju pameran. Di setiap stand di pameran kita selalu disambut dengan baik dan kadang-kadang mereka mengatakan Nihou (ejaan?) dan Sie sie (ejaan?) kata-kata dari bahasa Cina yang berarti Apa Kabar, dan Terima kasih. Meskipun kita kurang sreg dengan perkataan mereka tapi mau apalagi memang hal ini sering terjadi seperti kita kenal orang bule semuanya berasal dari tempat yang sama. Mereka juga tidak mau kalau kita salah menyebutkan daerah asal mereka:)
Pameran menekankan bidang sistem dalam sistem, sistem yang terbanyak tentunya sistem untuk kendaraan. Dari segala macam protokol sampai sistem wireless terbaru saingannya Bluetooth yaitu ZigBee. Kelebihannya adalah lebih cepat daripada Bluetooth untuk mencari teman sesama ZigBee nya, tentunya ini berefek juga ketika menyalakan atau mengirim pesan kepada sesamanya. Dan hebatnya lagi antar komponen bisa berjarak sekitar 50 m (kalau tidak salah) dan kalau anda punya 100 buah (maksimal 255 komponen, 8 bit) jarak maksimal dari ujung satu ke ujung yang lain 5000 m. Ini secara teorinya. Tiap-tiap komponen dapat berlaku sebagai Router (menerima dan mengirim pesan), End switch (pelaksana atau pemberi pesan), Coordinator (pengatur pesan untuk siapa dan dari siapa). Setiap jaringan star dari ZigBee maksimal mempunyai 1 coordinator, dan bila coordinator mati, maka komponen lain langsung berubah jadi coordinator dan begitu seterusnya. Sebenarnya banyak sekali yang saya ingin ceritakan tapi nanti judulnya harus diganti dong:)
Rasa lapar pun tidak terasa sampai perut kami keroncongan, kita berangkat ke tempat Doner terenak se-Nürnberg, karena tempat Doner Teller terenak bukan disini tempatnya. Sausnya memang beda dan rotinya pun lebih lebar, ditambah teh khas Turki yang gratis bo’ pokoknya enak disamping harganya lebih murah 50 sen dari harga standarnya Stuttgart.
Ketika saya berbicara dengan mas Budi, ternyata menjadi orang baik susah juga sekarang. Apalagi jika kebaikan itu disembunyikan oleh fitnah dan dibumbui oleh iri kemudian ditambah dengan nasehat yang salah dan yang tidak lupa dikompori oleh sifat suudzon. Hancurlah tali silaturahmi. Dan yang paling saya sedih ada saja orang yang mengambil keuntungan dari insiden ini. Lebih dasyatnya lagi tak ada seorang pun yang mau menfasilitasi keretakan tali silaturahmi. Saya hanya bisa bernafas panjang tanpa bisa berbuat apa-apa. Semoga yang benar akan diperlihatkan.
Malam pun memayungi Nürnberg, saya dititipkan di rumah orang Malaysia, seorang bumiputera bernama Hatimi. Sosok yang masih muda tapi pemikirannya menerawang ke depan, dan tahu apa yang terjadi di negaranya dan apa yang musti dia perbuat. Ternyata apa yang pernah terjadi di Indonesia, sekarang sedang terjadi di negeri jiran, semoga saja mereka tidak melakukan kesalahan seperti yang pernah kita lakukan. Malam pun menjelang kita pun terlelap.
Esoknya kita membicarakan tentang politik yang terjadi di Malaysia yang terjadi baru-baru ini. Siapa itu Mahathir, Anwar Ibrahim, dan pak Lah (sebutan untuk Abdullah Badawi). Yang paling mengejutkan adalah protes yang menginginkan agama Islam sebagai agama resmi Malaysia harus dicabut, tapi untungnya pak Lah dengan tegas bahwa hal agama tidak boleh diganggu gugat. Apakah hal ini berhenti disini ternyata tidak karena mereka yang protes meminta bantuan campur tangan asing. Ceritanya sangat ramai dan panjang tapi akhirnya pembicaraan terhenti ketika kita bersepakat untuk membangun bumiputera, dan saling bekerja sama di masa depan.
Yap menuju ke pameran lagi, karena kemaren baru bagian Service, sekarang Hardware dan Tools. Di pameran banyak sekali microprocessor lain dan tipenya pun bermacam2. Ternyata processor tidak hanya Intel dan AMD, tapi ada banyak lagi Renesas, AVR, VIA, Toshiba, wah banyak sekali dah. Intel pun tidak hanya Pentium atau Core Duo ternyata ada XScale. Waktu main ke Toshiba ternyata ada main PS3 kalau menang dapat PSP. Tapi sayang saya gagal karena ternyata ada orang yang lebih jago dan sewaktu saya maen agak ada sifat sombong jadinya mobilnya nabrak bukit dah. Urutannya pindah ke nomer 10:((
Pulang dari Nürnberg banyak segudang imijinasi, ide, dan solusi. Memang pameran tersebut memberikan perluasan pengetahuan. Aplikasi yang ada di pameran tampaknya sangat sulit terealisasi dan dibuat di negeri kita jika tidak ada peraturan dan bantuan dari pemerintah. Karena selain mahal biaya untuk memulai, diperlukan juga kerjasama dari masing2 pihak industri dan pemberi modal. Sehingga hasil produksi dapat digunakan dan mau digunakan untuk kebutuhan dalam negeri dan semoga bisa bersaing dengan luar negeri.
Wah maaf kalau pembicaraannya tidak terstruktur karena banyak yang saya mau curahkan tapi takutnya banyak banget. Saya ucapkan terima kasih sekali lagi untuk mas Budi (semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah) meskipun persyaratan kegiatan harus dipenuhi:) , Andika (semoga berhasil dengan studenkollege nya), dan Hatimi (hidup bumiputera
)
wass wr wb,
SAdr LM
15-02-2007, 23:39