Ceramah jumat hari (that’s hit the spot)

Jumat ini tidak seperti biasanya, dari pagi sekali saya harus keluar rumah. Pertama wawancara untuk thesis kemudian dilakukan sholat Jumat di ruangan kelas yang disulap menjadi mesjid untuk 1 jam. Ceramah hari itu sangat menarik dan mengena sekali kepada saya. Ceramah itu tentang mengapa kita menjadi umat yang terbaik jika dibandingkan dengan umat-umat sebelumnya. Kita bukan umat yang terbaik karena kuat, seperti bangsa dahulu yang dapat memahat dinding untuk dijadikan rumah, kita bukan umat yang kaya, yang kekayaan dan kerajaan dari ujung barat dan ujung timur, tetapi kita sebagai umat yang terbaik karena kita umat yang menyuruh kepada yang baik dan melarang kepada yang mungkar.
Ceramah itu pula mengatakan, ketika nabi Muhammad saw sebelum meninggal ,sahabat beliau berjumlah sekitar 124.000 orang yang tinggal di Madinah. Dan tahukah berapa yang meninggal di Madinah dan Mekkah, hanya 10000 orang saja.
Lalu kemana yang 114.000 orang? Mereka semua menyebar ke seluruh dunia, kemana saja mereka bisa mengerjakan amar ma’ruf nahi munkar. Ada yang kuburannya terdapat di Rusia, bahkan akhirnya sampai juga di Indonesia. Dengan apa mereka menyebarkan Islam di negara kita, Cina, Malaysia? Apakah dengan pedang dan perang?Tidak pernah, mereka disebarkan malahan oleh pedagang. Yang kemudian berinteraksi dan melakukan dakwah. Yang Alhamdulillah dakwahnya telah sampai kepada kita.
Apakah tugas kita sekarang, hanya belajar, atau mengejar usaha. Semua orang muslim mempunyai tugas berdakwah, baik dengan perilaku, ucapan, maupun secara langsung mengajak. Apa yang saya khawatirkan adalah ketika seseorang dihukum untuk masuk neraka dan seorang itu berkeberatan karena dia tidak pernah diberi ceramah oleh mukmin yang berada di sekitarnya. Apakah kita akan diminta juga pertanggung jawabannya? Apakah jawaban kita? Apakah kita bisa bilang kita hidup disini dengan urusan masing-masing oleh karena itu carilah kebenaran sendiri? Apakah alasan untuk menjaga kesopanan kita tidak berdakwah? Apakah karena kita malu untuk mengatakan kita muslim?
Seketika khutbah itu selesai pertanyaan tersebut masih mengiang di telinga dan menyerap di otak. Apakah saya termasuk orang yang tidak melaksanakan dakwah itu? Apakah saya tidak termasuk dalam umat yang terbaik? Alasan apa yang bisa saya berikan ketika ditanya? Tolonglah beri kami kekuatan untuk berdakwah.

wass wr wb,
SAdr LM

Leave a Reply