Tak terasa hampir 12 tahun (renungan jam 4.52)
Saya ingat ketika itu saya mau sekolah SMA di Bandung, paling tidak masuk ke SMA 5 ato 3
Pilihan pertama sih dulu pengen SMA di Tasikmalaya, tapi tidak diperbolehkan dengan alasan supaya mandiri. Memang pada saat itu saya sangat tidak bisa yang namanya menginap di rumah saudara. Ingin selalu cepat pulang atau minimal bareng orang tua menginapnya. Dan akhirnya pilihan untuk sekolah jatuh pada SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta atau lebih dikenal dengan nama Muhi.
Ternyata di SMA ada ospek tokh, ini baru pertama kali saya rasakan. Kebetulan saya pada saat itu sedang dalam masa penyembuhan jadi masuknya ke tim penyakitan:) bayangkan selama 6 bulan tidak boleh beraktifitas yang membuat diri kecapekan termasuk olahraga. Selama tiga bulan pertama saya selalu menangis di kamar tidur, tentunya menangisnya malam2 karena siang hari tidak ada waktu untuk menangis:)
Tak terasa sekarang sudah 12 tahun saya tinggal tidak bareng orang tua, banyak hikmah yang baru saya rasakan akhir2 ini. Coba bayangkan bila saya tidak disuruh dari SMA bagaimana kalau saya kuliah yang tinggal di Jakarta eh Depok tepatnya:) yang katanya Ibu Kota lebih kejam daripada ibu tiri. Dan sekarang Alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk bersekolah di negerinya Mercy, BMW, Porsche, dan Audi.
Terbayang ketika saya mendapatkan masalah yang cukup pelik di sini, keinginan yang menggebu untuk pulang dan rasa putus asa sudah didepan mata. Tapi untungnya keluarga dan teman2 disini membantu saya untuk bangkit lagi, terima kasih saya ucapkan untuk teman2 disini. Dan terima kasih yang sebesarnya kepada kedua orang tua saya yang memaksa saya untuk sekolah di luar Tasikmalaya dan mendukung saya untuk selalu berkembang. Tanpa kalian semua saya bukan apa-apa.
Ananda,
SAdr LM