Ketika agama bisa diperdebatkan atas nama kebebasan
Hari ini aku lagi2 terpukau, setelah aku melihat Dialog Minggu ini di SCTV tentang Infotainment haram. Aku melihat disitu kepentingan ghibah dihalalkan atas nama bisnis dan atas nama masyarakat berhak tahu. Tragis memang, disitu dapat kita lihat sang ulama diombang-ambing sebagai yang salah karena telah membuat satu keputusan yang katanya merugikan umum (tapi saya sebagai orang umum amat bersyukur dengan keputusan itu).
Ketika saya melihat infotainment, hanya 1% yang baik, itu juga ketika menjelang ramadhan, selain itu penceraian, perselingkuhan, mengumbar kekayaan, pokoknya sampah semua.
Sebelumnya kita melihat juga bagaimana majalah porno bisa secara legal di Indonesia. Alasannya simpel, ini berbeda, ini kebebasan pers, ini hak asasi manusia. Apakah ketika musibah datang kita bisa menolak dengan alasan yang sama?
Ya Allah maafkan kami, kami sudah menyampaikannya.