Prasangka
Kadang-kadang kejadian terjadi tidak seperti yang kita inginkan, bukan kadang-kadang, tetapi sering. Kok bisa semua terjadi, kok bisa sampai begini. Hati pun jadi bertanya-tanya. Tapi ada yang kita lupa, apa yang kita inginkan adalah dari persepsi kita, persepsi yang melihat hanya dari satu sisi. Persepsi yang kadang-kadang sudah tidak murni, ditumpangi dengan nafsu, ego, dan kesempatan.
Menyalahkan sesuatu memang enak sekali, karena dengan menyalahkan itu diri kita tidak kehilangan muka alias ego masih menjadi nomer satu. Cobalah fikir semua yang terjadi pada kita, pasti ada akarnya, dan akarnya mengenai kita. Meskipun antara kejadian yang satu dengan yang lain kelihatannnya tidak berhubungan.
Aku baru belajar ketika kesalahan tersebut sudah terjadi dan tak dapat direka ulang. Kadang-kadang dengan alasan yang salah bukan diriku, aku masih berkukuh. Ketika aku jatuh cinta, aku sepertinya melupakan cintaku kepada-Nya. Cinta yang selalu harus ada, tidak boleh pernah hilang, karena cinta-Nya adalah abadi. Bukankah tidak enak sekali jika cinta bertapuk sebelah tangan. Ketika aku gagal dari ujian, kusalahkan takdir yang tak mendukungku, padahal aku tidak melakukan yang seharunya aku lakukan, belajar dan mengerti.
Sekali lagi aku tersungkur, pikiran nafsu menguasai diriku, maafkan hamba. Hamba selalu lupa kepada-Mu. Mohon beri petunjuk-Mu, ya Allah, Raja dari segala raja, Raja kerajaan yang abadi.