Coretan Communication Transmission

Waduh, ini pelajaran di depannya gampang tapi diujungnya seperti tidak berujung:) Nulis lagi ah, meskipun iseng, itung-itung belajar nulis.
Intinya pelajaran ini mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital yang akan dipancarkan sebagai sinyal analog juga dan tentunya akan dikembalikan lagi menjadi signal analog.
Proses perubahannya sebagai berikut:
1. Analog to Digital Conversion
Kita menggunakan teknologi sampling untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Sinyal analog dibuat transfer karakteristiknya, dari transfer karateristiknya didapat quantized signal, setiap nilai bagian dari quantized sinyal yang dihasilkan ditransmisikan sebagai sinyal analog. Sinyal yang ditransmisikan ini disebut sinyal digital, karena nilai dari sinyal analognya cuman ada dua yaitu 0 dan 1.
2. Transmission Impulse
Pengiriman sinyal dari transmitter ke receiver. Sinyal dikirim berdasarkan impulse. Setiap impulse merepresentasikan satu simbol. Misal kita mengartikan "1" jika sinyal dikirim, dan "0" jika sinyal tidak dikirim.
Syaratnya:
1. Sinyal dapat dikirim setiap waktu pada interval tertentu
2. Receiver mendeteksi impulse dikirim atau tidak berdasarkan waktu dari tiap interval
3. Channel mempunyai frekuensi cut off, frekuensi cut off impulse tidak boleh melebihi frekuensi cut off dari channel, jika terjadi maka ada distorsi
4. Channel mempunyai limited dynamic range
5. Di channel, noise ditambahkan pada impulse yang ditransmisikan
6. Bila overall transfer function tidak ideal, berarti ada distorsi alias overal transfer function tidak memenuhi Nyquist`s first criterion. Nyquist`s first criterion mengharuskan tidak adanya sinyal dari impulse sesudah dan sebelumnya. Bila ada maka terjadi Intersymbol interference (ISI). Jadi impulse harus bandlimited untuk menghindari distorsi, tapi impulse bersifat infinite, dan biasanya impulse memiliki waktu durasi lebih lama dari satu waktu pada interval tertentu.

Noise digunakan untuk menghilangkan noise yang kecil. Noise yang digunakan untuk pengiriman adalah Additive White Gaussian Noise. Dari noise tersebut kita mendapatkan fungsi Q, yang digunakan untuk mencari error probabilitas.

Pengiriman diatas masih menggunakan baseband. Sekarang kita akan menggunakan carrier frequency w0 untuk mengirimkan sinyal. Pengubahan sinyal menggunakan modulator (mengubah baseband menjadi hiqh frequensi) dan demodulator.

Urutan sinyal digital yang diterima diubah menjadi sebuah symbol. Pengubahan sinyal dapat menggunakan
1. Phase Shift Keying
2. Amplitude Shift Keying
3. Quadrature Amplitude Modulation (kombinasi dari cara 1 dan 2)

Sinyal yang diubah itu akan diterima receiver kemudian diproses melalui demodulator. Pada proses ini akan diubah menjadi seperti input aslinya.

Transmission Lines
Pada bagian ini dibahas bagaimana mengirimkan sinyal dari transmitter ke receiver, beserta pemantulan kembali sinyal. Pemantulan sinyal terjadi jika impedansi pada input dan output, masing-masing tidak sama dengan impedansi pada jaringan transmisi. Kita dapat juga mengetahui transfer function yaitu dengan menghitung tegangan di output dibagi dengan tegangan input.
Dalam hal ini kita juga dapat mengetahui delaynya, resistansi, konduktansi, induktansi, dan tegangan di input maupun output.

Leave a Reply