Archive for September, 2005

Coretan Communication Transmission

Saturday, September 10th, 2005

Waduh, ini pelajaran di depannya gampang tapi diujungnya seperti tidak berujung:) Nulis lagi ah, meskipun iseng, itung-itung belajar nulis.
Intinya pelajaran ini mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital yang akan dipancarkan sebagai sinyal analog juga dan tentunya akan dikembalikan lagi menjadi signal analog.
Proses perubahannya sebagai berikut:
1. Analog to Digital Conversion
Kita menggunakan teknologi sampling untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Sinyal analog dibuat transfer karakteristiknya, dari transfer karateristiknya didapat quantized signal, setiap nilai bagian dari quantized sinyal yang dihasilkan ditransmisikan sebagai sinyal analog. Sinyal yang ditransmisikan ini disebut sinyal digital, karena nilai dari sinyal analognya cuman ada dua yaitu 0 dan 1.
2. Transmission Impulse
Pengiriman sinyal dari transmitter ke receiver. Sinyal dikirim berdasarkan impulse. Setiap impulse merepresentasikan satu simbol. Misal kita mengartikan "1" jika sinyal dikirim, dan "0" jika sinyal tidak dikirim.
Syaratnya:
1. Sinyal dapat dikirim setiap waktu pada interval tertentu
2. Receiver mendeteksi impulse dikirim atau tidak berdasarkan waktu dari tiap interval
3. Channel mempunyai frekuensi cut off, frekuensi cut off impulse tidak boleh melebihi frekuensi cut off dari channel, jika terjadi maka ada distorsi
4. Channel mempunyai limited dynamic range
5. Di channel, noise ditambahkan pada impulse yang ditransmisikan
6. Bila overall transfer function tidak ideal, berarti ada distorsi alias overal transfer function tidak memenuhi Nyquist`s first criterion. Nyquist`s first criterion mengharuskan tidak adanya sinyal dari impulse sesudah dan sebelumnya. Bila ada maka terjadi Intersymbol interference (ISI). Jadi impulse harus bandlimited untuk menghindari distorsi, tapi impulse bersifat infinite, dan biasanya impulse memiliki waktu durasi lebih lama dari satu waktu pada interval tertentu.

Noise digunakan untuk menghilangkan noise yang kecil. Noise yang digunakan untuk pengiriman adalah Additive White Gaussian Noise. Dari noise tersebut kita mendapatkan fungsi Q, yang digunakan untuk mencari error probabilitas.

Pengiriman diatas masih menggunakan baseband. Sekarang kita akan menggunakan carrier frequency w0 untuk mengirimkan sinyal. Pengubahan sinyal menggunakan modulator (mengubah baseband menjadi hiqh frequensi) dan demodulator.

Urutan sinyal digital yang diterima diubah menjadi sebuah symbol. Pengubahan sinyal dapat menggunakan
1. Phase Shift Keying
2. Amplitude Shift Keying
3. Quadrature Amplitude Modulation (kombinasi dari cara 1 dan 2)

Sinyal yang diubah itu akan diterima receiver kemudian diproses melalui demodulator. Pada proses ini akan diubah menjadi seperti input aslinya.

Transmission Lines
Pada bagian ini dibahas bagaimana mengirimkan sinyal dari transmitter ke receiver, beserta pemantulan kembali sinyal. Pemantulan sinyal terjadi jika impedansi pada input dan output, masing-masing tidak sama dengan impedansi pada jaringan transmisi. Kita dapat juga mengetahui transfer function yaitu dengan menghitung tegangan di output dibagi dengan tegangan input.
Dalam hal ini kita juga dapat mengetahui delaynya, resistansi, konduktansi, induktansi, dan tegangan di input maupun output.

Coretan System Theory

Friday, September 9th, 2005

Wuah, akhirnya kelar juga nih pelajaran System Theory. Menurutku pelajaran ini intinya mengubah fungsi dari domain waktu ke domain frekuensi dan sebaliknya. Untuk mengubah dari fungsi waktu ke fungsi frekuensi dengan menggunakan transformasi Laplace dan transformasi Fourier. Perbedaan antara kedua transformasi adalah pada nilai pangkat dari e yang berupa complex number. Pada transformasi Fourier, nilai imaginer saja yang ada sedangkan pada transformasi Laplace terdapat nilai real juga. Normalnya kedua transformasi ini adalah Two side, yang berarti fungsi dihitung dari waktu negatif tak hingga sampai positif tak hingga. Pada Transformasi Laplace ada yang dinamakan dengan One side Laplace, Transformasi Laplace yang hanya menghitung nilai pada saat waktu lebih besar dan sama dengan 0.
Begitu pun sebaliknya untuk mengembalikan fungsi frekuensi ke fungsi waktu, kita dapat menggunakan inverse dari masing2 transformasi.
Fungsi yang ditransformasikan dalam hal ini adalah sebuah sistem. Sistem yang mentransformasi fungsi input menjadi fungsi output yang dikehendaki. Fungsi input dan output disini berupa signal. Sistem ini mempunyai properti-properti sebagai berikut
1. Continuous/Discrete Time, ini tergantung dari dengan kemampuan untuk memproses signal-signal countinous atau discrete.
2. Static/Dynamic, dikatakan static bila output signal hanya tergantung pada input signal pada waktu yang sama, dan dikatakan dynamic bila sistem tergantung pada input signal yang lampau atau yang akan datang. Jadi sistem static tidak mempunyai memori, sedangkan sistem dynamic mempunyai memori, memori dibagi menjadi dua, terbatas berarti memori dibatasi oleh t1<=t<=t2, dan tidak terbatas.
3. Linear, sistem dikatakan linear bila memenuhi syarat sebagai berikut
y1(t)=T{x1(t)}, y2(t)=T{x2(t)}, dan T{a1×1(t)+a2×2(t)} = a1y1(t)+a2y2(t)
4. Time Invariant/Variant, dikatakan Time-Invariant jika sistem akan menghasilkan signal output  yang sama meskipun input mengalami pergeseran(shift) waktu. Yang membedakannya yaitu signal outputnya mengalami pergeseran waktu juga. Time-variant, sistem akan menghasilkan signal output yang berbeda bila input mengalami pergeseran waktu.
5. Causal/Non Causal, dikatakan causal bila signal output tidak tergantung signal input pada waktu yang akan datang, dan non-causal tergantung pada signal input yang akan datang.
6. Stability, dikatakan stabil bila sistem mempunyai signal input yang stabil akan menghasilkan signal output yang stabil juga. Signal dikatakan stabil jika nilainya lebih dari negatif tak hingga dan kurang dari positif tak hingga.
7. Invertibility, bila kita dapat mengetahui signal input dengan hanya mengetahui signal output

Tidak lupa juga, terdapat berbagai macam signal
1. Real signal, signal yang menghasilkan nilai real
2. Complex signal,  signal menghasilkan nilai complex
3. Single Channel signal, signal menghasilkan nilai scalar
4. Multi Channel signal,  signal menghasilkan nilai vector
5. One-dimensional signal, signal yang mempunyai variable scalar
6. Mutli-dimensional signal, signal yang mempunyai variable vector
7. Continuous-time signal, signal yang tidak tergantung oleh waktu tertentu
8. Dicrete-time signal, signal yang tergantung oleh waktu tertentu
9. Continuous-value signal, signal yang mempunyai nilai pada interval bebas
10. Dicrete-time signal, signal yang mempunyai nilai pada interval tertentu
11. Deterministic signal, signal dapat didefinisikan dengan tepat
12. Stochastic signal, signal terlalu sulit didefinisikan, hanya bisa dengan cara statistik
13. Periodik signal, signal mempunyai nilai yang sama pada setiap periode
14. Aperiodik signal
15. Even signal, signal bersifat simetris
16. Odd signal, signal bersifat antisimetris

Hari pertama

Thursday, September 8th, 2005

Teringat ketika itu akhir bulan Februari ketika aku pertama kali menjejakkan kaki disini. Terlihat pemandangan putih menyelimuti kota ketika aku masih berada di pesawat. Wuah salju, putih bersih, kataku dalam hati. Akhirnya sampai juga setelah hampir 1 hari penuh aku berada dalam pesawat. Kutarik nafas dalam-dalam seraya melonggarkan otot-ototku yang terasa kaku karena duduk terlalu lama. Kulirik jam di tangan yang menunjukkan pukul 12 siang, seharusnya aku sudah berada disini sejam lebih cepat. Pesawat mengalami keterlambatan karena hujan salju yang cukup banyak.
Sesampainya aku di pintu keluar, ada 2 orang petugas dari bandara memanggilku dan menyuruhku untuk membuka barang-barang yang ada di dalam koper. Aku ditanya tujuan kesini untuk apa, berapa lama akan tinggal disini, ada saudarakah disini. Kulihat pintu keluar yang sudah didepan mata, beberapa orang bule yang datang bersamaku sudah menikmati kebebasan di luar bandara. Sedangkan aku bersama orang-orang asing mengalami interogasi yang memakan waktu setengah jam.
Akhirnya selesai juga, aku berjalan menuju kebebasan dari bandara. Ada orang yang memanggilku dengan nama yang aku belum biasa menjadikkannya sebuah panggilan. Lufti, Lufti disini. Kutoleh arah suara itu. Perempuan berdarah Jerman dengan memakai jaket kulit hitam, celana jeans hitam, sepatu bot sepertiga kaki, dan syal merah memanggilku. Halo apa kabar, namaku Katrin, buddy kamu, sejak hari ini hingga seminggu ke depan aku akan mengantarmu untuk mengurus keperluan mu selama tinggal disini.
Mulailah pengalamanku di Jerman…bersambung